Sabtu, 11 Desember 2010

Ilmuwan Temukan Gelembung Energi di Galaksi Bima Sakti



Sebuah grup dari ilmuwan yang mengerjakan data dari Teleskop Angkasa Fermi Gamma-Ray milik NASA mengatakan bahwa mereka telah menemukan dua gelembung energi yang bererupsi dari tengah galaksi Bima Sakti. Gelembung tersebut berjarak 25.000 tahun cahaya dan memiliki energi yang sama dengan 100.000 ledakan supernova.

"Gelembung-gelembung tersebut berukuran besar," ujar Doug Finkbeiner dari Hardvard-Smithsonian Center for Astrophysics, pimpinan tim yang menemukan gelembung-gelembung tersebut. Demikian seperti yang dikutip dari The New York Times, Jumat (12/11/2010).

Sumber dari gelembung-gelembung tersebut masih sebuah misteri. Satu kemungkinannya bahwa gelombang tersebut mendapat tenaga dari gelombang kelahiran dan kematian bintang di pusat galaksi. Opsi lain adalah gelembung tersebut mendapat tenaga dari lubang hitam di pusat galaksi Milky Way.

"Kita berpikir kalau kita tahu banyak mengenai galaksi kita, padahal tidak," ujar David Spergel, seorang ahli astrofisika di Princeton University yang menunjukkan bahwa gelembung-gelembung sama besarnya dengan galaksi Milky Way.

Jon Morse, kepala astrofisika di kantor pusat NASA mengatakan penemuan ini menandakan bahwa alam semesta itu penuh dengan kejutan.

Satu orang yang paling terkejut adalah Dr. Finkbeiner. Setahun yang lalu dia menjadi bagian kelompok yang dipimpin oleh Gregory Dobler dari Kavli Instiute for Theoretical Physics di SantaBarbara, California, yang mengatakan bahwa mereka telah melihat kabut misterius yang penuh energi di sekeliling pusat galaksi Milky Way. Pada waktu itu Dr. Finkbeiner dan para koleganya berspekulasi bahwa gelembung tersebut dihasilkan dari gelombang kegelapan.

Pusat dari galaksi Milky Way adalah 'rumah' untuk semua fenomena energi, termasuk lubang hitam raksasa. Akan tetapi beberapa teori kosmos juga menyatakan bahwa gelombang kegelapan mungkin akan berkonsentrasi di sana. Secara teori tabrakan dari partikel gelombang kegelapan bisa menyebabkan hujan sinar Gamma.

Dianalisa selanjutnya, di samping lebih besar dari yang Dr. Finkbeiner dan koleganya duga galaksi tersebut ternyata memiliki batas. Sementara itu gelombang kegelapan memiliki bentuk yang lebih bias.

"Gelombang kegelapan sudah ada di sana selama miliaran tahun," jelas Dr.Finkbeiner. "Jika sesuatu telah terjadi selama miliaran tahun, anda mungkin tidak akan berharap sebuah batas yang jelas," tambahnya.

Dr. Finkbeiner dan para ilmuwan lain mengatakan ini bukan bermaksud kalau gelombang kegelapan tidak ada dalam pembentukan galaksi tapi karena gelombang tersebut sangat sukar untuk dilihat.
(srn)

Kamis, 09 Desember 2010

BUDAYA DAERAH YANG DILESTARIKAN: TABUIK PIAMAN



Pariaman adalah salah satu kota yang berada di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, tepatnya di pesisir pantai (Laut Hindia) sebelah utara kota Padang. Pariaman, yang berarti “daerah yang aman”, memiliki luas wilayah 73,36 kilometer persegi. Di daerah ini ada suatu pesta adat yang disebut dengan tabuik. Kata tabuik yang berasal dari bahasa Arab dapat mempunyai beberapa pengertian. Pertama, tabuik diartikan sebagai ‘keranda’ atau ‘peti mati’. Sedangkan, pengertian yang lain mengatakan bahwa tabuik artinya adalah peti pusaka peninggalan Nabi Musa yang digunakan untuk menyimpan naskah perjanjian Bani Israel dengan Allah.

Perayaan tabuik yang diselenggarakan setiap 1--10 Muharam adalah suatu upacara untuk memperingati meninggalnya Husein (Cucu Nabi Muhamad SAW) pada 61 Hijriah yang bertepatan dengan 680 Masehi. Cucu Nabi Besar Muhammad ini dipenggal kepalanya oleh tentara Muawiyah dalam perang Karbala di Padang Karbala, Irak. Kematian tersebut diratapi oleh kaum Syiah di Timur Tengah dengan cara menyakiti tubuh mereka sendiri. Akhirnya tradisi mengenang kematian cucu Rasulullah tersebut menyebar ke sejumlah negara dengan cara yang berbeda-beda. Di Indonesia, selain di Pariaman, ritual mengenang peristiwa tersebut juga diadakan di Bengkulu. Dalam perayaan memperingati wafatnya Husein bin Ali, tabuik melambangkan janji Muawiyah untuk menyerahkan tongkat kekhalifahan kepada umat Islam, setelah ia meninggal. Namun, janji itu ternyata dilanggar dengan mengangkat Jasid (anaknya) sebagai putera mahkota.

Versi-versi Tabuik
Ada beberapa versi mengenai asal-usul perayaan tabuik di Pariaman. Versi pertama mengatakan bahwa tabuik dibawa oleh orang-orang Arab aliran Syiah yang datang ke Pulau Sumatera untuk berdagang. Sedangkan, versi lain (diambil dari catatan Snouck Hurgronje), mengatakan bahwa tradisi tabuik masuk ke Indonesia melalui dua gelombang. Gelombang pertama sekitar abad 14 M, tatkala Hikayat Muhammad diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu. 

Melalui buku itulah ritual tabuik dipelajari Anak Nagari. Sedangkan, gelombang kedua tabuik dibawa oleh bangsa Cipei/Sepoy (penganut Islam Syiah) yang dipimpin oleh Imam Kadar Ali. Bangsa Cipei/Sepoy ini berasal dari India yang oleh Inggris dijadikan serdadu ketika menguasai (mengambil alih) Bengkulu dari tangan Belanda (Traktat London, 1824). Orang-orang Cipei/Sepoy ini setiap tahun selalu mengadakan ritual untuk memperingati meninggalnya Husein. Lama-kelamaan ritual ini diikuti pula oleh masyarakat yang ada di Bengkulu dan meluas hingga ke Panian, Padang, Pariaman, Maninjau, Pidi, Banda Aceh, Melauboh dan Singkil. 

Dalam perkembangan berikutnya, ritual itu satu-persatu hilang dari daerah-daerah tersebut dan akhirnya hanya tinggal di dua tempat yaitu Bengkulu dengan sebutan Tabot dan Pariaman dengan sebutan Tabuik. Di Pariaman, awalnya tabuik diselenggarakan oleh Anak Nagari dalam bentuk Tabuik Adat. Namun, seiring dengan banyaknya wisatawan yang datang untuk menyaksikannya, pada tahun 1974 pengelolaan tabuik diambil alih oleh pemerintah daerah setempat dan dijadikan Tabuik Wisata.

Pesta Tabuik
Sebelum upacara adat tabuik dilaksanakan, dilakukan pembuatan tabuik di dua tempat, yaitu di pasar (tabuik pasar) dan subarang (tabuik subarang). Kedua tempat tersebut dipisahkan oleh aliran sungai yang membelah Kota Pariaman. 

Dahulu, selama berlangsungnya pesta tabuik selalu diikuti dengan perkelahian antara warga dari daerah pasar dan subarang. Bahkan, ada beberapa pasangan suami-isteri yang berpisah dan masing-masing kembali ke daerah asalnya di subarang dan pasar. Setelah upacara tabuik berakhir, suami-isteri tersebut kembali berkumpul dalam satu rumah. Walaupun korban terluka parah dalam perkelahian, namun ketika acara berakhir mereka bersatu kembali, sehingga suasana kembali semula (tenang dan damai).

Tabuik yang dibuat oleh kedua tempat ini terdiri dari dua bagian (atas dan bawah) yang tingginya dapat mencapai 12 meter. Bagian atas yang mewakili keranda berbentuk menara yang dihiasi dengan bunga dan kain beludru berwarna-warni. Sedangkan, bagian bawah berbentuk tubuh kuda, bersayap, berekor dan berkepala manusia. Bagian bawah ini mewakili bentuk burung Buraq yang dipercaya membawa Imam Hosein ke langit menghadap Yang Kuasa. 

 Kedua bagian ini nantinya akan disatukan dengan cara bagian atas diusung secara beramai-ramai untuk disatukan dengan bagian bawah.. Setelah itu, berturut-turut dipasang sayap, ekor, bunga-bunga salapan dan terakhir kepala. Untuk menambah semangat para pengusung tabuik biasanya diiringi dengan musik gendang tasa.

Gendang tasa adalah sebutan bagi kelompok pemain gendang yang berjumlah tujuh orang. Mereka bertugas mengiringi acara penyatuan tabuik (tabuik naik pangkat). Gendang ini ada dua jenis. Jenis pertama disebut tasa didiang. Jenis ini dibuat dari tanah liat yang diolah sedemikian rupa, kemudian dikeringkan. 

Tasa didiang ini harus dipanaskan sebelum dimainkan. Jenis gendang kedua adalah yang terbuat dari plastik atau fiber dan dapat langsung dimainkan. Sebagai catatan, selama pesta yang lamanya 10 hari ada pertunjukan-pertunjukan lain, seperti: pawai tasawuf, pengajian yang melibatkan ibu-ibu dan murid-murid Tempat Pengajian Al Quran (TPA) dan Madrasah se-Kota Pariaman, grup drum band, tari-tarian, musik gambus, dan bahkan atraksi debus khas Pariaman.

Setelah penyatuan tabuik selesai (menjelang Zuhur), kedua tabuik yang merupakan personifikasi dari dua pasukan yang akan berperang dipajang berhadap-hadapan. Sebagai catatan, dalam acara pesta adat tabuik yang lamanya sekitar 10 hari (1--10 Muharam), ada beberapa tahap yang harus dilalui, yaitu:

 (1) pembuatan tabuik; (2) tabuik naik pangkat (menyatukan tiap-tiap bagian tabuik); (3) maambiak tanah (mengambil tanah yang dilakukan pada saat adzan Magrib). Pengambilan tanah tersebut mengandung makna simbolik bahwa manusia berasal dari tanah. Setelah diambil, tanah tadi diarak oleh ratusan orang dan akhirnya disimpan dalam daraga yang berukuran 3x3 meter, kemudian dibalut dengan kain putih. Lalu, diletakkan dalam peti bernama tabuik; (4) maambiak batang pisang (mengambil batang pisang dan ditanamkan dekat pusara); (5) maarak panja/jari (mengarak panja yang berisi jari-jari palsu keliling kampung). Maarak panja merupakan pencerminan pemberitahuan kepada pengikut Husein bahwa jari-jari tangan Husein yang mati terbunuh telah ditemukan; (6) maarak sorban (membawa sorban berkeliling) menandakan bahwa husein telah dipenggal; dan (7) membuang tabuik (membawa tabuik ke pantai dan dibuang ke laut).

Setelah waktu Ashar, di tengah ratusan ribu orang, kedua tabuik itu diarak keliling Kota Pariaman. Masing-masing tabuik dibawa oleh delapan orang pria. Menjelang senja, kedua tabuik dipertemukan kembali di Pantai Gandoriah. Pertemuan kedua tabuik di Pantai Gondariah ini merupakan acara puncak dari upacara tabuik, karena tidak lama setelah itu keduanya akan diadukan (sebagaimana layaknya perang di Karbala). Menjelang matahari terbenam kedua tabuik dibuang ke laut.

Prosesi pembuangan tabuik ke laut merupakan suatu bentuk kesepakatan masyarakat untuk membuang segenap sengketa dan perselisihan antar mereka. Selain itu, pembuangan tabuik juga melambangkan terbangnya buraq yang membawa jasad Husein ke Surga. (ali gufron)

KERJAKAN INI JIKA INGIN ORGAN TUBUH SEHAT



Setelah makan biasanya seseorang akan merasa kekenyangan dan malas untuk bergerak. Tapi ternyata berjalan santai setelah makan bisa memberikan manfaat untuk pencernaan.

Berjalan santai yang dimaksud disini bukanlah langsung berjalan setelah selesai makan, melainkan memberi waktu bagi tubuh untuk beristirahat sebentar sekitar 10-15 menit. Setelah itu diharapkan seseorang bisa melakukan jalan santai.

Seperti dikutip dari Fitsugar.com, Kamis (9/12/2010) jalan santai yang dilakukan setelah makan tidak hanya membakar beberapa kalori, melainkan turut membantu proses pencernaan dalam hal ini membuat organ-organ tubuh bekerja lebih baik. Berjalan santai setelah makan juga meningkatkan perjalanan makanan dan membantu penderita sakit maag.

Berjalan santai atau perlahan-lahan akan merangsang gerakan peristaltik di usus sehingga menghindari penumpukan makanan, membuat peredaran darah menjadi meningkat dan enzim-enzim yang bekerja saat proses pencernaan jumlahnya cukup untuk mencerna makanan yang dikonsumsi.

Selain itu berjalan santai selama 10 menit bisa menjadi cara yang murah untuk menenangkan pikiran, menghilangkan stres, dapat mencegah seseorang untuk berpikir mengemil, meningkatkan tambahan energi dan juga membantu menurunkan tekanan darah.

Jalan santai ini bisa dilakukan di mana saja, jika berada di rumah cukup melakukan jalan bolak balik di dalam rumah, sedangkan jika berada di luar bisa berjalan santai sambil menikmati udara segar.

Menurut Mayo Clinic Sleep Disorders Center di Rochester jalan santai setelah makan malam bisa membantu seseorang tidur lebih cepat dan membantu mengurangi ketagihan mengemil makanan lemak tinggi dan manis saat larut malam.

Namun seseorang tidak dianjurkan untuk berjalan cepat atau berlari setelah makan besar, karena bisa membuat suplai darah yang seharusnya membantu proses pencernaan menjadi dialihkan untuk berjalan cepat. Serta membuat jantung bekerja dua kali lipat lebih besar.

Sementara itu bagi penderita diabetes dibutuhkan waktu yang lebih lama sebelum mulai berjalan santai, yaitu 1-2 jam setelah makan. Hal ini untuk menunggu saat insulin dan kadar gula darahnya menurun tetap. Karena jika langsung berjalan akan mengacaukan kerja dari insulin dalam mengatur kadar gula darahnya.

BAHAYA!! ROKOK DAPAT MEMBUAT ANAK HIPERAKTIF


Anak-anak seringkali menjadi korban dari asap rokok yang dihisap ayah atau anggota keluarganya yang lain. Studi besar terbaru menunjukkan bahwa sering terkena asap rokok membuat anak-anak lebih berjuang dengan masalah kesehatan mental.

"Temuan ini semakin mendesak orangtua untuk dapat berhenti merokok atau paling tidak merokok di luar rumah, agar asap rokok yang dihisapnya tidak berdampak buruk pada orang lain terutama anak-anak," jelas ketua peneliti Mark Hamer dari University College London, dilansir Reuters, Kamis (9/12/2010).

Menurut Hamer, sudah banyak diketahui bahwa asap rokok terkait dengan banyak masalah kesehatan fisik pada anak-anak. Tapi selama ini sisi kesehatan mental belum dieksplorasi.

Dari data US Department of Health and Human Services yang digunakan dalam penelitian, diketahui bahwa terdapat 2 dari 3 anak berusia antara 3 hingga 11 tahun yang sudah terkena asap rokok di AS.

Sementara itu pada anak usia 9 sampai 17 tahun, 1 dari 5 orang telah terdiagnosis dengan beberapa jenis gangguan mental atau kecanduan.

Untuk melihat apakah data statistik tersebut terkait, Hamer dan koleganya mempelajari 901 anak-anak tidak merokok usia 4-8 tahun. Peneliti mengukur tingkat produk sampingan dari asap rokok pada air liur anak-anak untuk mengukur paparan asap dan juga meminta orangtua mengisi kuesioner tentang emosi anak, masalah perilaku dan sosial.

Berdasarkan hasil studi yang telah dilaporkan dalam Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine, menunjukkan bahwa semakin banyak anak terkena asap rokok, maka kesehatan mentalnya akan semakin buruk, terutama anak menjadi hiperaktif dan berkelakuan buruk.

"Belum jelas bagaimana asap rokok akan memicu masalah mental. Tapi ini bisa juga berhubungan dengan efek asap pada bahan kimia di otak seperti dopamin. Faktor genetika juga bisa bermain. Yang jelas, jangan paksa anak-anak bernapas dengan asap rokok setiap hari," tegas Hamer.

Selain penelitian Hamer, Dr. Michael Weitzman dari New York University Medical Center, yang tidak terlibat dalam penelitian, juga memperkuat bukti bahwa asap rokok sekunder (perokok pasif) dapat menyebabkan masalah kesehatan mental pada anak-anak, apalagi yang sudah mulai terpapar sejak dalam kandungan.

"Banyak orang sekarang menyadari bahwa paparan asap meningkatkan risiko bayi mengalami Sudden Infant Death Syndrome atau sindrom kematian bayi mendadak, infeksi telinga dan asma. Asap rokok juga menimbulkan beban besar pada kualitas hidup anak-anak, keluarga dan masyarakat, karena meningkatkan masalah kesehatan mental anak-anak," kata Dr. Weitzman.